Senin, 15 Juni 2015

Diagram dan Rumus Bunga

DIAGRAM DAN RUMUS BUNGA
A.    Simetri Pada Bunga
Bidang simetri pada bunga merupakan bidang vertikal yang membelahbunga dalam berbagai arah sehingga terbagi menjadi dua bagian yang sebangun.
Ada tiga tipe simetri, yaitu:
1.      Radial simetri (achriomorphus).
Bunga dibelah oleh sebuah bidang simetri dalam 3 atau 6 jurusan dan setiap kali akan menjadi dua bagian yang sama dan sebangun.
2.      Bilateral simetri (zygomorphus)
Bunga dibagi oleh bidang simetri dalam satu jurusan yang sama dan sebangun.
3.      Asimetri (asymetrus)
dimana suatu bunga yang tidak dapat dibagi sama sekali oleh bidang sinetri menjadi dua bagia yang sama atau setangkup.
B.     Diagram Bunga 
Diagram bunga merupakan gambaran proyeksi pada bidang datar dari semua bagian yang dipotong melintang, jadi pada diagram itu digambarkan penampang-penampang melintang daun-daun kelopak, tajuk bunga, benang sari dan putik, juga bagian-bagian lain yang masih ada selain keempat bagian utama tersebut. Perlu diperhatikan, bahwa lazimnya dari daun-daun kelopak dan tajuk bunga digambar penampang melintang bagian tengah-tengahnya, sedang dari benang sari digambarkan penampang kepala sari, dan dari putik penampang melintang bakal buahnya.

Jika kiata hendak membuat diagram bunga, kita harus memperhatikan hal-hal berikut:
1.      Letak bunga pada tumbuhan. Dalam hubungannya dengan perencanaan suatu diagram, kita hanya membedakan dua macam letak bunga:
a.       Bunga pada ujung batang atau cabang (flos terminalis)
b.      Bunga yang terdapat  dalam ketiak daun (flos axillaris)
2.      Bagian-bagian bunga yang akan kita buat diagram tadi tersusun dalam beberapa lingkaran.

    Jika dari bunga yang hendak kita buat diagramnya telah kita tentukan kedua hal tersebut, kita mulai dengan membuat sejumlah lingkaran yang konsentris, sesuai dengan jumlah lingkaran tempat duduk bagian-bagian bunganya, kemudian melalui titik pusat lingkaran-lingkaran yang konsentris itu kita buat garis tegak lurus (vertikal). Untuk bunga di ketiak daun, garis itu menggambarkan bidang yang dapat dibuat melalui sumbu bunga, sumbu batang yang mendukung bunga itu, dan tengah-tengah (poros bujur) daun, yang dari ketiaknya muncul bunga tadi. Bidang ini disebut bidang median. Pada garis yang menggambarkan bidang median itu di sebelah atas lingkaran yang terluar digambarkan secara skematik penampang melintang batang (digambar sebagai lingkaran kecil), dan disebelah bawahnya gambar skematik daun pelindungnya. Pada lingkaran-lingkarannya sendiri berturut-turut dari luar ke dalam digambar daun-daun kelopak, daun-daun tajuk, benang sari, dan yang terakhir penampang melintang bakal buah.
Dalam menggambar bagian bunga-bunganya sendiri yang harus diperhatikan ialah:
  •  Berapa jumlah masing-masing bagian bunga tadi.
  • Bagaimana susunannya terhadap sesamanya (misalnya daun kelopak yang satu dengan yang lain): bebas satu sama lain, bersentuhan tepinya, berlekatan, atau lain lagi.
  • Bagaimana susunannya terhadap bagian-bagian bunga yang lain (daun-daun kelopak terhadap daun-daun tajuk bunga, benang sari, dan daun-daun buah penyusun putiknya): berhadapan atau berseling, bebas atau berlekatan, dan seterusnya.
  • Bagaimana letak bagian-bagian bunga itu terhadap bidang median.
         Ternyata, bahwa seringkali bidang median itu membagi bunga dalam dua bagian bunga yang setangkup (simetrik).
        Bagi bunga yang letaknya pada ujung batang/cabang , tidak dikenal bidang mediannya,di sebelah atas lingkaran yang terluar tidak pula digambar penampang melintang batang (karena pada bunga yang demikian batang itu akan bersambung dengan tangkai bunga), tetapi pada sebelah bawah biasanya masih ditambahkan gambar penampang melintang daun pelindung (jika ada).
Telah dikemukakan pula, bahwa dalam pembuatan diagram bunga selain keempat bagian bunga yang pokok: kelopak, tajuk, benang sari, dan putik, dapat pula digambar bagian-bagian lain. Jika memang ada dan dipandang perlu untuk dikemukakan. Bagian-bagian lain pada bunga yang seringkali dapat menjadi ciri yang khas untuk golongan tumbuhan tertentu dan sewajarnya pula jika dinyatakan pada diagram bunga, antara lain:
a.       Kelopak tambahan (epicalyx), umum terdapat pada tumbuhan sukuMalvaceae, misalnya kapas (Gossypium sp.), kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) dan lain-lain.
b.      Mahkota (tajuk) tambahan (corona), yang biasa terdapat pada sukuAsclepiadaceae, misalnya: biduri (calotropis gigantean Dryand.).
Dikemukakan pula dalam membicarakan perihal bagian-bagian bunga, bahwa ada bagian-bagian bunga yang mengalami metamorfosis atau tereduksi atau lemyap sama sekali. Bertalian dengan soal ini dalam menyusun diagram bunga kita dapat berpendirian:
1.      Hanya menggambarkan bagian-bagian bunga menurut apa adanya,
2.      Membuat diagram bunga yang tidak hanya memuat bagian-bagian yang benar-benar ada, tetapi juga menggambarkan bagian-bagian yang sudah tidak ada (tereduksi), namun menurut teori seharusnya ada.
Dengan demikian kita dapat membedakan dua macam diagram bunga:
a.       Diagram bunga empirik, yaitu diagram bunga yang hanya memuat bagian-bagian bunga yang benar-benar ada, jadi menggambarkan keadaan bunga yang sesungguhnya, oleh sebab itu diagram ini juga dinamakan diagram sungguh (yang sebenarnya).
b.      Diagram teoritik, yaitu diagram bunga yang selain menggambarkan bagian-bagian bunga yang sesungguhnya, juga memuat bagian-bagian yang sudah tidak ada lagi, tetapi menurut teori seharusnya ada.
Bagian-bagian yang hanya menurut teori saja seharusnya ada, tidak digambar seperti bagian-bagian yang benar-benar ada, melainkan dengan lambang lain, biasanya bintang atau silang kecil. Kebanyakan hal ini hanya mengenai benang-benang sari saja, yang keadaan yang sesungguhnya pada bunga seringkali tidak cocok dengan teori.
C.     Rumus Bunga
Lambang-lambang yang dipakai dalam rumus bunga memberitahukan sifat bunga yang bertalian dengan simetrinya atau jenis kelaminnya, huruf-huruf merupakan singkatan nama bagian-bagian bunga, sedang angka-angka menunjukkan jumlah masing-masing bagian bunga. Di samping itu masih terdapat lambang-lambang lain lagi yang memperlihatkan hubungan bagian-bagian bunga satu sama lain.
1.      Lambang yang dipakai memberitahukan sifat bunga mengenai simetris dan jenis kelamin bunga.
a.       Actinomorphous (bersimetri banyak) : *
b.      zygomorphous (bersimetri satu) :   
c.       berkelamin jantan : ♂
d.      Berkelamin betina : ♀
e.       Hermatroditus (bunga banci) : ♀
2.      Huruf yang dipakai untuk singkatan nama bagian-bagian bunga :
a.       Kelopak           : K (singkatan dari kaliks)
b.      Tajuk               : C ( singkatan dari Corola)
c.       Benang sari     : A (singkatan dari Abdsoecium)
d.      Tenda              : P ( singkatan dari Perigonium)
3.      Angka-angka diletakkan dibelakang huruf menunjukkan jumlah masing-masing bagian, umpamanya : kaliks mempunyai 3 sepal : K3
4.      Cara untuk menyatakan keadaan lain-lain seperti contoh ;
a.       Corolla 6 dalam 2 lingkaran (+) : C3 + 3
b.      Stamen berlekatan pada corola :[C5, A(…)]
c.       Duduk bakal buah menumpang : G (3), kalau terbenam G  ( 3 )
d.        Daun kelopak berbentuk tabung : K (5)
Contoh : ♀ K (5) [C 3+3, A6] G (3)

Jika bunga misalnya mempunyai 5 daun kelopak, 5 daun mahkota, 10 benang sari dan putik yang terjadi dari sehelai daun buah, maka rumusnya adalah:
K 5, C 5, A 10, G 1. (bunga merak: Caesalpinia pulcherrima Swartz.).
Jika bunga yang mempunyai tenda bunga, misalnya lilia gereja (Lilium longiflorum Thunb.) yang mempunyai 6 daun tenda bunga, 6 benang sari dan sebuah putik yang terjadi dari 3 daun buah, maka rumusnya adalah: 
P 6, A 6, G 3.Karena di depan rumus hendaknya diberi tanda yang menunjukkan simetri bunga, maka biasanya hanya diberikan dua macam tanda simetri, yaitu: * untuk bunga yang bersimetri banyak (actinomorphus) dan tanda (↑) untuk bunga yangbersimetri satu (zygomorphus). Jadi dalam hal rumus bunga merak, yang bersifat zigomorf, rumusnya menjadi:
↑ K 5, C 5, A 10, G 1
Sedang bunga lilia gereja yang bersifat aktinomorf rumusnya menjadi:
* P 6, A 6, G 3.
Selain lambang yang menunjukkan simetri pada rumus bunga dapat pula ditambahkan lambang yang menunjukkan jenis kelamin bunga. Jika kedua contoh rumus tersebut di atas dilengkapi dengan lambang jenis kelaminnya, maka rumusnya menjadi:
♀ ↑ K 5, C 5, A 10, G 1 dan ♀ * P 6, A 6, G 3.

Contoh Rumus Bunga Berbagai Jenis Tumbuhan :
1.      Suku Palmae (Arecaceae), misalnya kelapa (Cocos nucifera L.)
♂ K 3, C 3, A (6), G 0
♀ K 3, C 3, A 0, G (3)
2.      Suku Graminae (Poaceae), misalnya padi (Oryza sativa L.)
♀ ↑ K 1 + (2), C 2 + 0, A 3, G 1
3.      Suku Cannaceae, misalnya bunga tasbih (Canna indica Hort.)
♀ K 3, C 3, A 5, G (3)
4.      Suku Orchidaceae, misalnya anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis Bl.)
♀ ↑ P 3 + 3,  A 1, G (3)
5.      Suku Liliaceae, misalnya kembang sungsang (Gloriosa superba L)
♀ * P 3 + 3,  A 3, G (3)
6.      Suku Papilionaceae, misalnya kembang telang (Clitoria ternatea L.)
♀ ↑ K (5), C 5,  A 1 + (9), G 1
7.      Suku Maluaceae, misalnya kapas (Gossypium sp.)
♀ * K (5), C 5,  A (    ), G (5)
8.      Suku Bombacaceae, misalnya kapok randu (Ceiba pentandra Gaertn.), durian (Durio zibethinus L.)
♀ * K (5), C 5,  A (), G (5)
9.      Suku ­Solanaceae, misalnya kecubung (Datura metel L.), tembakau (Nicotiana tabacum L.)
♀ ↑ K (5), C (5),  A (5), G (2)
10.  Suku Cruciferae (Brassicaceae), misalnya lobak (Raphanus sativus L.)
♀ * K 4, C 4,  A 2 + 4, G (2)
11.  Suku Nygtaginaceae, misalnya bunga pagi sore (Mirabis jalapa L.)
♀ * K 5, C (5),  A 5, G (5)

Pertanyaan :
1.      Bagaimana menggambarkan diagram teoritik,jika benang sarinya hilang dan rumusannya?
2.      Jelaskan diagram bunga?
3.      Apakah dalam satu bunga ada putik yang lebih dari satu ?
4.      Bagaimana proses /tahapan dalam pembuatan diagram bunga ?

Jawaban :
1.  Jika secara visual benang sarinya terdapat tiga buah sedangkan secara teori benang sarinya terdapat 4 buah maka benang sari yang hilang tersebut digambarkan dengan lambang bintang dan untuk membuat rumusan bunganya disesuaikan dengan tujuannya apakah ingin menggunakan yang secara visual ataukah secara teoritis.
2.  Lingkaran pertama pada diagram bunga adalah kelopak, kedua mahkota, ketiga benang sari, dan keempat putik. Amati apakah bunga tersebut duduk bunganya di ketiak daun apakah hanya diujung, apabila diketiak daun ditukiskan dengan lambang bulat dan apakah memiliki bracteola atau tidak.Kemudian amati penampang melintang batangnya, kemudian amati jumlah kelopaknya dan apakah berlekatan atau tidak (jika tidak berlekatan maka gambarnya tidak boleh menempel), lalu amati jumlah mahkotanya, kemudian jumlah benang sari dan apakah letaknya menumpang atau tenggelam. Dan amati putiknya kemudian gambarkan.
3.  Ada, contohnya pada bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) yang memiliki 5 putik,

4.  
gambar  tersebut kita harus membedakan dulu dua macam letak bunga yaitu :
  • bunga pada ujung batang atau cabang 
  • bunga yang terdapat dalam ketiak daun
bagian-bagian diagram bunganya tersusun dalam beberapa lingkaran.
kemudian membuat lingkaran yang kosentris,sesuai dengan jumlah lingkaran tempat duduk bagian-bagian bunganya.setelah itu buat garis tegak lurus melalui titik pusat lingkaran .

Senin, 01 Juni 2015

ALAT KELAMIN BUNGA

MORFOLOGI TUMBUHAN: BUNGA



Bunga merupakan modifikasi dari daun dan batang, dan berkembang dari pucuk yang tumbuh menjadi ranting diiringi daun-daun yang sangat rapat.
Pada ujung ranting tersebut terdapat ada bagian yang membengkak yang disebut dasar bunga (receptalum) dan dibawahnya terdapat tangakai bunga (pedicle). Pada dasar tangkai bunga terdapat daun pelindung (braktea). Bila daun pelindung itu terdapat pada tangkai bunga pebungaan dan melindungi seluruh perbungaan disebut dengan seludang bunga (spatha). Sedangkan daun pelindung untuk setiap anak bunga disebut brakteola.
Bunga yang biasanya terdapat di ujung-ujung cabang atau batang disebut bunga terminalis dan ada juga yang terdapat pada ketiak daun disebut dengan bunga axilaris.

Morfologi Umum Bunga
Bunga tediri dari:
1.      Perhiasan bunga (periantum), yang terdiri dari:
2.      Sepal/daun kelopak (sepalum, jamak sepala). Keseluruhan daun kelopak disebut kaliks (calix).
3.      Petal/daun mahkota (petalum, jamak petala). Keseluruhan petal (daun mahkota) disebut korola (corola).
4.      Perigonium/tenda. Bila bentuk sepal dan petal tidak dapat dibedakan maka disebut tepal (tepalum, jamak tepala).

Alat kelamin yang terdiri dari:
1.      Stamen atau benang sari. Keseluruhan stamen bunga disebut androecium. Bagiannya adalah kepala sari (anthera) yang berisi serbuk sari (pollen) serta tangkai sari (filamen).
2. Pistilum (putik) terdiri dari ovarium, stilus dan stigma. Ovarium disusun oleh karpel atau daun buah. Umumnya berjumlah lebih dari satu. Jika bunga memiliki satu karpel arau lebih yang semuanya bersatu maka karpel tesebut disebut pistilum. Didalam ovarium terdapat bakal biji (ovulum).
Variasi Bunga
 Alat Kelamin dan Kelengkapannya
a.       Bunga lengkap, yaitu bunga yang mempunyai sepal, stamen, dan pistilum. Bunga tidak lengkap, yaitu bunga yang tidak memliki salah satu atau lebih bagian-bagian tersebut.
b.      Bunga banci (bisexual), yaitu bunga yang memiliki alat kelamin jantan dan betina. Sedangkan bunga yang hanya memiliki salah satunya disebut bunga unisexual : bunga jantan (flos maskulus), dan bunga betina (flos femineus).
c.       Bunga mandul, yaitu bunga yang tidak memiliki alat kelamin. Seperti bunga pita pada bunga matahari.
d.      Bunga yang mengalami adnasi adalah bunga yang memiliki bagian-bagian yang menyatu.
Sepal Atau Petal
Jika sepal berlekatan dengan sepal yang lain disebut sinsepal, yang akan membentuk tabung kaliks atau bersatu pada pangkalnya saja. Bila petanya terpisah satu sama lain disebut koriopetal.
Stamen
Bila semua stamen menyatu pangkal  sarinya sehingga berbentuk tabung da menjadi berbekas satu disebut monodelphous. Bila berbekas dua disebut diadelphous, dan bila berbekas banyak disebut polydelphous.
Karpel
Bila semua karpel menyatu sehingga pada tepinya terdapat singkap, maka pistilum berstruktur majemuk. Bila karpel menyatu di tepi-tepinya maka tidak akan terdapat sekat di dalam ruang ovarium.
Adnasi
Adnasi yang terjadi antara sepal dan petal akan membentuk tabung perianthium. Pada adnasi antara sepal dan stamen, petal tidak ada sehingga tangkai sari melekat pada tabung kaliks.

Berdasarkan alat kelamin bunga yang terdapat pada satu tumbuhan, maka tumbuhan dapat dibedakan mejadi:
1.      Berumah satu (monoecus/monoecious), yaitu tumbuhan yang mempunyai bunga jantan dan bunga betina dalam satu individu.
2.      Berumah dua (dioecus/dioecious), jika bunga janta dan bunga betina terletak pada individu berbeda.
3.      Poligami (polygamus), jika suatu tumbuhan terdapat bunga jantan, bunga betina dan bunga banci seperti pada pepaya. Ada beberapa macam sifat poligami:
a.    Gynodeoecus, jika pada satu individu hanya terdapat bunga betina saja, sedangkan pada individu lain bunga banci. Contoh pada Labiate.
b.    Androdeiocus, jika pada satu individu terdapat bunga jantan saja sedangkan pada individu lain tedapat bunga banci. Contoh pada Dyras octopelata.
c.    Monoeco-polygamus, jika pada satu ndividu terdapat bunga jantan, betina, dan banci bersama-sama. Contoh pada pepaya.
d.   Gynomonoecus, jika pada satu individu terdapat bunga betina da bunga banci bersama-sama.
e.    Trioecus atau trioeco-polygamus, jika bunga jantan, betina, dan banci terpisah pada individu ynag berlainan.

A.    Benang Sari (Stamen)
Benang sari adalah alat kelamin janatn. Pada benang sari dapa dibedakan 3 bagian yaitu: angkai sari (filamentum), kepala sari (anrhera), dan penghubung benang sari(connectivum).
Duduk benang sari dapat dibedakan dalam 3 golongan:
1.      Duduk pada dasar bunga (thalamiflorae),misalnya jeruk (Citrus sp)
2.      Tampak seperti duduk di atas kelopak (calyciflorae),misalnya bunga mawar (Rosa hibryda hort)
3.      Tampak duduk di atas tajuk bunga (corolliflorae),misalnya buntut tikus (Heliotropium indicum L)



Jumlah benang sari umumnya dibedakan 3 golongan:
1.      Benang sari banyak atau lebih dari 20 benang sari (Myrtaceae),misalnya jambu biji (Psidium guajava L)
2.      Benang sari dua kali (2X) lipat jumlah tajuknya,biasanya tersusu dalam dua lingkaran dan ada dua kemungkinan:
a.       Diplostemon (Diplostemonus), pada lingkaran luar berseling dengan daun tajuk.Misalnya kembang merak (Caesalpinia pulcherrima swartz)
b.      Obdiplostemon (Obdiplostemonus), pada lingkarn dalam berseling dengan daun tajuk.Misalnya,bunga geranium (Pelargonium odoratissimum hort)
3.      Benang sari sama banyak dengan daun tajuk atau kurang, duduknya ada yang
a.       Episepal (episepalus) ,berhadapan dengan daun kelopak.
b.      Epipetal (epipetalus) berhadapan dengan daun tajuk.
Berdasarkan panjangnya, benang sari dapat dibedakan:
1.      Benang sari panjang dua (didynamus) jadi dalam 4 benang sari yang 2 panjang dan yang 2 pendek,terdapat pada suku Labiatae,misalnya kemangi (ocimum basilicum)
2.      Benang sari panjang empat (tetradynamus) jika benang sarinya 6,yang 4 panjang dan yang 2 pendek,misalnya bunga lobak (Raphanus sativus L)
B.     Tangkai Sari (filanentum)
Tangkai sari biasanya duduk terpisah-pisah diatas dasar bunga,namun ada pula yang bersatu:
1.      berbekas satu atau bertukal satu (monodelphus),yaitu semua tangkai pada satu bunga berlekatan menjadi satu.misalnya kembang sepatu (hibiscus rosa sinensis L)
2.      berbekas dua atau bertukal dua (diadelphus),
3.      berbekas banyak atau bertukal banyak (polyadelphus).


C.     Kepala Sari (anthera)
Bagian benangsari yang terdapat pada ujung tangkai sari.kepala sari duduk pada tangkai sari bermacam-macam seperti: tegak (innatus), menempel (adnatus), dan bergoyang (vertasilis).
D.    Putik
Putik disusun oleh daun buah (carpellum), dan daun-daun sebagai keseluruhan yang menyusun putik dinamakan gynaecium. Putik merupakan alat kelamin betina yang salah satu bagiannya mengandung sel telur atau bakal biji (ovulum) yang akhirnya akan menjadi biji (semen).
Putik terdiri dari tiga bagian yaitu : kepala putik (stigma), tangkai putik (sylus), dan bakal buah (ovarium).
1.      Bakal buah (ovarium), menurut letaknya pada dasarnya bunga dapat dibedakan:
a.       Bakal buah menumpang (superus)
b.      Bakal buah setengah tenggelam (semi inferus)
c.       Bakal buah tenggelam (inferus)
2.      Jumlah ruang yang terdapat dalam suatu bakal buah :
a.       Beruang satu (inilocular)
b.      Beruang dua ( bilocularis)
c.       Beruangn tiga (trilocularis)
d.      Beruang banyak (multilocularis)
3.      Tembuni
Tenbuni adalah bagian bakal buah yang menjadi pendukung bakal biji. Menurut letaknya tembuni dibedakan menjadi :
a.       Marginal (marginalis). Letaknya pada tepi daun buah
b.      Laminal (laminalis), letaknya pada helaian tepi daun buah


Untuk bakal buah yang hanya satu ruang maka letak tembuninya adalah :
1.      Parietal (parietalis), yaitu hanya pada dinding daun buah yang dapat pula dibedakan :
a.       pada dinding di tepi daun buah (parietalis-marginalis)
b.      pada dinding di helaian daun buah (parietalis-laminalis)
c.       Sentral (centralis atau axilis), yaitu di pusat atau diporos
d.      Aksilar (axilaris), yaitu di sudut tengah.
2.      Bakal biji atau calon biji sendiri duduk pada tembuni dengan cara yang berbeda-beda. Bagian-bagian bakal biji dapat dibedakan menjadi :
a.       Kulit bakal biji (integumentum)
b.      Badan bakal biji atau nuselus ( nucellus)
c.       Kandang lembaga (saccus embryonalis), yang mengandung sel telur (ovum)
d.      Liang bakal biji (micropyle)
e.       Tali pusar (funiculus)
3.      Tata letak bakal biji pada tembuni
a.       Tegak (antropus)
b.      Mengengguk (anatropus)
c.       Bengkoko (compilotropus) atau disebut juga mengangguk
d.      Melipat (comptotropus)

E.     Tangkai Kepala Putik (stylus)
            Tangkai kepala putik merupakan bagian putik yang biasanya berbentuk benang dan merupakan lanjutan bakal buah, mempunyai saluran tangkai kepala putik (canalis stylinus) atau tidak. Tangkai putik pada umumnya berukuran lebih besar daripada tangkai sari.
            Tangkai kepala putik ada yang bercabang, ada pula yang tidak. Jika bercabang, tiap ujung cabang tangkai kepala putik itu mendukung satu kepala putik. Jadi pada tangkai kepala putik yang bercabang, terdapat lebih banyak kepala putik daripada tangkai kepala putiknya.
F.      Kepala Putik (stigma)
            Kepala putik adalah bagian putik yang terdapat pada ujung tangkai kepala putik. Kepala putik berguna untuk menangkap serbuk sari, jadi mempunyai peranan penting dalam penyerbukan.
            Menurut cara penyerbukannya pada bunga, bentuk kepala putik dibedakan menjadi :
1.      Seperti benang, misalnya pada bunga jagung (Zea mays L.)
2.      Seperti bulu ayam, pada bunga padi (Oriza sativa L.)
3.      Seperti bulu-bulu, misalnya pada bunga kecipir (Psophocarpus tetragonolobus D.C.)
4.      Bulat, misalnya pada bunga jeruk (Citrus sp.)
5.      Seperti bibir, seperti cawan, serupa daun mahkota, dst.

G.    Kelenjar Madu (nectarium)
            Madu (nectar) yang dihasilkan oleh beberapa jenis bunga, berfungsi menarik perhatian binatang (serangga atau burung) yang dapat menjadi perantara dalam proses penyerbukan.
            Madu yang terdapat pada bunga, dihasilkan oleh kelenjar madu (nectarium). Kelenjar madu merupakan metamorfosis dari salah satu bagian bunga yang dapat berasal dari :
1.      Daun mahkota
2.      Benang sari
3.      Bagian-bagian lain pada bunga

H.    Penyerbukan (Pollinatio) dan Pembuahan (Fertilisatio)
            Penyerbukan adalah jatuhnya serbuk sari di kepala putik (tumbuhan biji tertutup) atau jatuhnya serbuk sari langsung pada bakal biji (tumbuhan biji terbuka). Sedangkan pembuahan adalah menyatu dan meleburnya sel telur yang terdapat dalam kandung lembaga di dalam bakal biji dengan satu inti yang berasal dari serbuk sari.
            Peyerbukan dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :
1.      Penyerbukan sendiri (autogamy), yaitu jika serbuk sari yang jatuh di kepala putik berasal dari bunga itu sendiri.
2.      Penyerbukan tetangga (geitonogamy), yaitu jika serbuk sari yang jatuh di kepala putik berasal dari bunga lain pada tumbuhan itu juga.
3.      Penyerbukan silang (allogamy, xenogamy), yaitu jika serbuk sari berasal dari bunga pada tumbuhan lain, tetapi masih tergolong dalam jenis yang sama.
4.      Penyerbukan bastar (hybridogamy), yaitu jika serbuk sari berasal dari bunga pada tumbuhan lain yang berbeda jenisnya.
            Menurut perantara yang menyebabkan terjadi penyerbukan, penyerbukan dapat dibedakan menjadi beberapa macam :
1.      Penyerbukan dengan perantara angin (anaemophyly, anemogamy)
2.      Penyerbukan dengan perantara air (hydrophyly, hydrogamy)
3.      Penyerbukan dengan perantara binatang (zoidiophyly, zoidiogamy)
Pertanyaan :
1.      Bagaimana reproduksi bunga berumah dua ?
2.      Pada bulir jagung,apakah itu bunga atau buah ?
3.      Pada Tembuni (placenta) dimana tempat melekatnya biji ?

Jawab :
1.      bunga yang memiliki dua jenis alat kelamin (putik dan benang sari) pada satu tanaman. Ini artinya tanaman dapat melakukan penyerbukan sendiri (autogami) walaupun hanya ada satu individu. jika bunga jantan dan betina terpisah (tidak dalam 1 individu), dinamakan berumah 2 (dicious).
2.      Bunga betina pada bunga jagung merupakan tongkol yang terdapat pada bunga tersebut, sedangkan bunga jantan merupakan bulir-bulir yang ada di ujung sumbu tanaman jagung. salah satu bagian benang sari tidak ada di dalam bunga betina jagung dan putik tidak ada pada bunga jantan jagung.Dalam satu tumbuhan jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina bunga jagung betina dan bunga bunga jantan tersusun dalam lingkaran (cyclis). Bertalian dengan simetrinya bunga betina pada jagung termasuk asymetricus karena pada bunga betina tidak dapat dibuat satu bidang simetri. Sedangkan pada bunga jantan jagung termsuk dalam aktinomorphus karena dapat dibuat banyak bidang simetris. 
3.      Pada tembuni bakal buah terdapat pada bagian khusus yang menjadi pelindung bakal biji serta letaknya berbeda-beda.
.